Kejadian ini memang sangat tidak diharapkan oleh para aktivis yang akan mengadakan unjuk rasa pada keesokan harinya.
Malam itu jam 23.00 Wib tanggal 21 September 2008 kami dalam perjalanan pulang dari pulau labu menuju pelabuhan sagulung usai mengatur rencana unjuk rasa dengan para tokoh masyarakat pulau air dan pulau labu yang akan dilaksanakan di PT Putra Tanjung Pura Shipyard (PTPS) yang berlokasi di dapur 12 Batam.
Kenderaan operational aktivis lsm cisha yang mampu menampung 15 orang melaju kencang dengan kecepatan 7 knot/jam dengan estimasi 35 menit kami harus sampai di pelabuhan.Saat itu saya dengan Sopian sedang konsentrasi membicarakan apasaja yang harus disampaikan besok sampai dengan strategi bagaimana melumpuhkan shipyard yang tidak perduli dengan lingkungan.
Sedangkan saudara Azman serta Sahril juga sedang terlibat pembicaraan peralatan apa saja yang harus dipesiapkan dan penulis masih sempat memperhatikan Aris sang kapten kapal konsentrasi kehaluan, tetapi rasanya tanpa aba-aba haluan depan mengeluarkan bunyi layaknya kayu dihantamkan ke benda keras "bruak" disertai bunyi baling-baling kapal beradu dengan bebatuan, namun dengan tenag sang kapten menetralkan gearbox porseneleng serta mematikan mesin, lalu berteriak dengan keras kapal kandas kena karang tepat didepan lokasi yang akan kami demo besok pagi.
Menyadari hal itu kami semua tertawa terpingkal-pingkal sambil mengutuk sang kapten , lain kali kalau kandas coba cari yang dekat rumah makan padang maklum perut kami semuanya keroncongan belum makan akhirnya kami semua tertawa.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar