Kebijakan serta terobosan pemerintah yang diimplimentasikan dalam sektor imformatika, telekomunikasi, sektor pelabuhan, galangan kapal serta sektor lainnya yang sudah mengarah ke sektor modernisasi.
Berbicara Batam tentu kita harus menghubungkan ke sektor kelautan, dengan konteks lingkungan laut, industri maritim serta nelayan sebagai sektor yang paling tua keberadaannya diBatam.
Nelayan kehidupan Kelas Dua
Konsumsi ikan di Kota Batam mencapai 300 ton/hari merupakan tingkat konsumsi yang paling minimal dilihat dari konsumsi nasional serta pola makan masyarakat Batam yang cenderung menerapkan menu ikan disetiap santapannya, dan ini belum termasuk sektor industri yang memakai bahan dasar ikan sebagai dasar produknya.
Kebutuhan akan ikan ini rasanya tidak mampu bila dipasok ribuan nelayan tradisional yang ada di Batam.
ketidak wajaran terjadi apabila kita melihat kehidupan nelayan tradisional yang menggunakan kayuh dayung serta mesin kecil ini pun bila ada, mengarungi luasnya serta jarak tempuh nelayan mencari ikan.
Keterpihakan pemerintah dalam hal ini kepada nelayan pasti ada, seperti memberikan subsidi-subsidi langsung, tetapi tidak pernah mencapai substansi masalah yaitu upgrading pola tangkap dan peralatan sesuai dengan kebutuhan pasar serta balaning dengan sektor maritim yang ada seperti shipyard & shipbuilding yang mencapai 80 perusahaan serta menggunakan wilayah tangkapan nelayan di sepanjang pantai yang ada di pulau Batam.
Kesulitan nelayan tradisional dalam memasok pasar kebutuhan ikan di wilayah batam, terkadang untuk kebutuhan konsumsi mereka saja mereka gagal menyediakan disebabkan beberapa hal seperti beralih fungsinya lahan tangkapan mereka menjadi shipyard dan perumahan seperti dikawasan Tg Uncang dan Teluk tering Nongsa, ketidaksiapan pengetahuan serta moda peralatan serta transport dalam mencari ikan diwilayah lain. dDalam hal ini penulis pernah mengajak dua orang nelayan tradisional untuk menjelajahi wilayah Belakang padang dan Pulau Petong dari Home base LSM cisha di P. Nipah jembatan Dua Barelang, saat kami ke blk Padang speed boat kami jauh menyimpang kearah pulau terong sekita 8 mil laut dari Blk Padang. begitu juga saat ke Pulau Petong kami menyimpang kearah Pulau Sebaik Tg Balai Karimun penyimpangan 8 mil laut.suatu yang tak wajar karena wilayah tujuan merupakan masih dalam kawasan pulau Batam serta mereka sudah turun temurun menjadi nelayan.Dari beberapa pengamatan serta analisa yang ada kami menilai mereka akan paham lokasi wilayah sekitar mereka saja paling jauh mereka berjalan dalam radius 4 mil laut. Sample diatas tentunya tidak berlaku bagi nelayan yang mempunyai kapal mesin.




