Kamis, 25 September 2008

ANALISA PEMAKAIAN AIR TANAH DI P. BATAM


Analisa pemakaian air bawah tanah dibuat tentunya berdasarkan data yang valid dan dapat diuji serta beberapa fakta yang ada di Pulau Batam


Defenisi air tanah yang terdapat pori-pori tanah, batuan serta palung serta sungai yang ada dibawah tanah, dan jumlahnya mencapai 98% dari air permukaan
Pemakaian air bawah tanah untuk usaha produksi tanpa kontrol yang ketat tentunya akan menimbulkan dampak yang luar biasa bagi pesediaan air tawar untuk kehidupan manusia.
Hal ini tentunya perlu dibuktikan secara ilmiah dengan bebrapa rumusan-rumusan yang memusingkan kepala dunia awam sehingga kita sebagai aktifis tidak akan melihat gejolak sosial yang akan timbul dikemudiaan hari.

Penggunaan air bawah tanah di P Batam.
Penggunaan air bawah tanah di Batam cenderung meningkat sejalan dengan pertumbuhan industri yang menggunakan air dalamjumlah yang besar seperti :
Shipyard & Shipbuilding, elektronik, perhotelan, loundry, pengolahan biji plastik, lapangan golf dll.
menurut data yang ada, melihat satu sektor yang sangat menarik tetapi kurang diperhitungkan yaitu usaha loudry skeala besar dimana bila sektor ini menggunakan mesin-mesin yang dapat diukur dan diperhitungkan dalam menggunakan air.
contoh kasus CV Loundry Ana yang mempunyai washing mesin kapasitas 200 kg sebanyak 8 (delapan) unit dengan perhitungan sbb:
Washing Machine kapasitas 200 kg per proses sebanyak 8 ( delapa) unit.
Proses cuci dan bilas 30 menit per proses
Operasi mesin delapan jam (09.00 wibs/d 18.00wib)
Pemakaian air 400 liter per washing mesin setiap proses cuci bilas.

Estimasi total pemakaian air per hari

(8 unit mesin X 16 prose cuci bilas) X 400 liter /1000 liter

128 X 400 liter/1000 ltr
= 51.2 m3/hari
=1.536 m3/ bulan
Catatan : Loundry Ana terus berproduksi tanpa dibatasi hari libur karena jasa pariwisata perhotelan juga tidak pernah libur di Batam.
Menurut catatan batam mempunyai 20 industri loundry besar dengan total pemakaian air sebanyak 30.000 m3/ bulan.

Sektor yang menarik lainnya adalah usaha perhotelan dimana batam memiliki kamar hotel sebanyak 3000 unit terdiri dari beberapa tingkatan separuhnya menggunakan bathtub sebagai fasilitas kamar mandi
1500 bathtub x 60 liter X 30 hari = 2,700m3/bln
Penggunaan air untuk toilet
3000 toilet X 6 ltr X 30 = 540m3/bln
Industri Shipyard dan elektronika juga menggunakan air yang cukup besar dengan data yang ada kami dapat menyimpulkan 97% penggunaan air di Batam digunakan kalangan perusahaan baik industri berat, ringan serta sektor pariwisata.

Akibat penggunaan air bawah tanah tanpa kontrol
Secara logika dan kajian bahwa 98% air berada dibawah tanah serta 2 % saja yan ada di waduk-waduk dan sungai, apabila ketersediaan air tanah berkurang volumenya serta tidak diimbangi curah hujan yang menjaga asupan air tanah tersebut dapat dipastikan penurunan permukaan air permukaan, kita tidak bisa menuding keringnya air di dam-dam yang ada di Batam karena kemarau saja tetapi penurunan yang terbesar terjadi akibat penggunaan air bawah tanah yang tanpa kontrol.
Sisi lain adalah terkontaminasinya air bawah tanah karena pemakaian yang berlebihan sehingga terbentuk pori-pori tanah yang kosong dan dapat menyebabkan presure airlaut yang mengisi kekosongan air tanah sehingga air tawar tersebut tercemar oleh air laut.

Fungsi kontrol ada ditangan pemerintah
Maraknya penggunaan air tanah dipesisir pantai oleh shipyard serta lereng bukit tentunya menimbulkan dampak penurunan permukaan tanah sehingga lambat laun daratan akan diisi air laut.
Fungsi kontrol pemerintah disini diperlukan dengan pembatasan ijin serta pembatasan pemakaian, sehingga balancing ketersediaan air tanah sebagai penyangga ekosistem dapat dipertahankan secara berkesinambungan.

Tidak ada komentar: