Jumat, 23 Januari 2009

TAMBAK KEPITING BAKAU JoLax GTs 40

Tambak kepiting Bakau semi modern yang kami beri nama JoLax GTs 40 dirancang dan dimodifikasi oleh tim Lsm Cisha (Centum Of Independent Social Politic&Human Right Analysis), gagasan pembuatan Tambak Kepiting Bakau yang ramah lingkungan, mudah dalam perawatan serta tahan lama dicetuskan oleh Joniman dan Laxmen (JoLax) sedang GTs diambil dari singkatan Geoshyntetic textile Tipe 40 (GTs 40).


Model tambak ini diaplikasikan ketengah-tengah masyarakat disesuaikan dengan tambak-tambak tradisional yang sudah ada, sehingga masyarakat dengan tingkatan pendidikan yang paling rendah sekalipun akan memahami gampangnya membuat tambak serta kekuatan yang mampu mencapai usia 10 tahun.

Dasar-dasar Pembuatan Tambak Kepiting Bakau Model GTs 40
Tambak Model GTs 40 diaplikasikan untuk semua kultur tanah pesisir di Propinsi Kepri, baik berupa pasir, tanah keras, batu, sampai dengan Lumpur sekalipun Tambak Model GTs 40 mampu bertahan dan dikerjakan dengan cepat.
Untuk membuat tambak Kepiting Bakau Model GTs 40 disuatu wilayah pesisir yang belum ada tambaknya sangat mudah, pemilihan lokasi lahan, meliputi, elevasi pasang surut, tingkat salinitas, pencemaran dan kerapatan pohon bakau sangat menentukan tingkat populasi dan pembesaran kepitng bakau yang akan dipelihara.

Tambak Kepiting Bakau Model GTs 40 yang masih ada bakau.
Pertama tama diukur panjang dan lebar sesuai standar benih yang akan kita pelihara, untuk ukuran 200 kepiting muda yang akan ditebar di tambak dipergunakan lahan bersih untuk isi kolam seluas10X12 meter. Dan pohon-pohon yang ada ditengah tengah kolam dibiarkan tanpa perlu ditebangi sama sekali.
Rasio yang akan dikorbankan adalah sebanyak 60 % wilayah bakau sedangkan 40% lainnya dibiarkan sebagai perlindungan dan rumah-rumah bagi kepiting muda yang dipelihara.

Geotextile dibentangkan lalu diperkuat dengan bekas pohon yang ditebang seluas dengan lebar dan panjang kolam dengan kemiringan 85 derajat lalu diisi tanah/lumpur dari dalam kolam.(lihat Gambar)

Proses pengerjaan dengan tenaga kerja 4 (empat) orang diperlukan waktu 15 s/d 20 hari kerja bila diborongkan permeter dinding tambak per meter Rp. 20.000.

Sisi sepanjang dinding tambak sebelah dalam, dibersihkan dengan lebar1,5 X sepanjang dinding kolam dengan kedalaman 40 centimeter dari surut terendah, sebagai catatan dinding kolam harus lebih tinggi 40 cm dari pasang tertinggi sehiingga pada saat surut air tetap ada di kolam sedangkan pada saat pasang dinding tambak tetap tidak dapat dilewati serta mampu menjaga agar kepiting tidak keluar.

Ramah Lingkungan.
Didalam kolam perlu dibiarkan pohon bakau serta gundukan-gundukan tanah yang alami berfungsi sebagai anti toksin serta menjaga salinitas air, fungsi lain juga sebagai media peristirahatan kepiting pada saat suhu dibawah maupun diatas normal. Sehingga kepiting yang dipelihara masih merasakan habitat yang alami walaupun terkurung.

Optimalisasi Potensi Tambak Kepiting Bakau Model Jo Lax GTs 40
Kepiting-kepiting muda dengan berat 150 gr sampai 200 gr yang dipelihara ditambak mempunyai potensi pembesaran mencapai berat 400 gr, bila dipelihara secara monoseks, target selama pemeliharaan 50 s/d 60 hari dapat tercapai.
Selanjutnya kepiting bakau tersebut ditangkap dan dipelihara kembali selama 45 hari di media isolasi dari kawat yang juga ditempatkan didalam tambak model JoLax GTs 40, hal ini berfungsi untuk intensifikasi pemberian pakan, pemeliharaan kesehatan, serta mempermudah pada saat pemanenan, dimedia isolasi ini kepiting bakau dewasa tadi ditempatkan satu persatu sehingga kemungkinan kanibalisme sesama mereka tidak terjadi dan mortalitas dapat di perkecil.
Selanjutnya saat berat kepiting mencapai berat 7 ons dalam waktu 45 hari dilakukan pemanenan.


Isi kolam yang telah kosong dikarenakan kepiting muda telah di isolasi dalam sel-sel penampungan ditambahkan kembali dengan bibit kepiting muda yang baru dengan ukuran 200gr.
Bila tambak tradisional dengan ukuran yang sama akan memanen kepiting setiap empat bulan sekali maka dengan tambak Model Jo Lax GTs 40 kita akan melakukan pemanenan setiap 2 bulan sekali.

Kamis, 22 Januari 2009

LOMPATAN KECIL MENUJU PUSAT STUDY DAN PRODUKSI KEPITING BAKAU DI PROPINSI KEPRI.




Pulau Labu-batam 20 January 2009. Panen perdana Kepiting Bakau yang dilaksanakan pada tanggal 20 Januari 2009 oleh Pusat Study &Produksi Kepiting Bakau Hang Jebat di Pulau Labu yang dihadiri ketua Kadin Kota Batam Nada faza Soraya membuat satu lompatan kecil dalam hal budidaya Kepiting Bakau di Kepri.


Munculnya sebuah gagasan dari kelompok masyarakat di Pulau Labu serta di godok oleh penelitian dan Pengembangan tim monitoring Selat Bulang dibawah koordinasi Lsm Cisha (centrum of Independent Social Politic & Human right analysis) memunculkan sebuah methode tambak yang diberi nama JoLax Gts 10.
Konsep tambak JoLax Gts 10 ini sangat berbeda dengan tambak-tambak Kepiting Bakau pola tradisional yang sudah ada, methode ini diharapkan para petambak tidak melakukan kesulitan dalam hal perawatan serta sangat ramah dengan lingkungan, selain itu biaya yang sangat dikeluarkan jauh lebih murah dari tambak-tambak Kepiting Bakau tradisional yang selama ini dibuat.

Tambak Kepiting Bakau JoLax GTs 10
Tambak jenis ini mampu bertahan dalam kurun waktu 10 tahun bila tidak ada kejadian alam yang luar biasa, penggunaan bahan Geosynthetic Textile, mampu menjaga dinding tambak tidak longsor, dan mampu menjaga dinding tambak agar tidak dilobangi Kepiting Bakau sehingga tambak ini juga tidak menggunakan jarring-jaring yang selama ini dipakai agar Kepiting Bakau yang dipilih tidak keluar dari tambak JoLax GTs 10.
Sisi lingkungan juga sangat diperhatikan dan ini dibuktikan dalam hal penggunaan kayu sebagai tiang penyangga dinding tambak, dalam pola tradisional diperlukan tiang penopang ukuran 2,5 inci sebanyak 2.000 batang untuk tambak ukuran 14X12 meter, tetapi untuk tambak JoLax GTs 10 hanya diperlukan 200 batang saja.


Pilot project tambak Kepiting Bakau di Kepri.
Pada acara panen perdana Kepiting Bakau juga diluncurkan gagasan pembentukan Hatchery (pembenihan) di Kepri dan ini disambut dan didukung oleh Kadin Dinas ,Kp2K Batam, dan dua perusahaan shipyard PT.Sentek Indonesia serta PT Pandan Bahari.
Tahap awal akan dibangun work shop serta fasilitas wadah-wadah pembenihan dari fiber glass baru dilanjutkan dengan pemurnian induk-induk sebagai wujud mendapatkan generasi kepiting bakau yang sehat dan sesuai standart untuk eksport.
Hatchery ini juga sebagai poros awal untuk mendapatkan benih kepiting bakau bagi para petambak kepiting bakau di seluruh propinsi Kepri.
Hatchery ini nantinya juga berfungsi sebagai pusat study bagi para pemuda-pemuda untuk belajar dan mengetahui seluk beluk budi daya kepiting bakau.