Model tambak ini diaplikasikan ketengah-tengah masyarakat disesuaikan dengan tambak-tambak tradisional yang sudah ada, sehingga masyarakat dengan tingkatan pendidikan yang paling rendah sekalipun akan memahami gampangnya membuat tambak serta kekuatan yang mampu mencapai usia 10 tahun.
Dasar-dasar Pembuatan Tambak Kepiting Bakau Model GTs 40
Tambak Model GTs 40 diaplikasikan untuk semua kultur tanah pesisir di Propinsi Kepri, baik berupa pasir, tanah keras, batu, sampai dengan Lumpur sekalipun Tambak Model GTs 40 mampu bertahan dan dikerjakan dengan cepat.
Untuk membuat tambak Kepiting Bakau Model GTs 40 disuatu wilayah pesisir yang belum ada tambaknya sangat mudah, pemilihan lokasi lahan, meliputi, elevasi pasang surut, tingkat salinitas, pencemaran dan kerapatan pohon bakau sangat menentukan tingkat populasi dan pembesaran kepitng bakau yang akan dipelihara.
Tambak Kepiting Bakau Model GTs 40 yang masih ada bakau.
Pertama tama diukur panjang dan lebar sesuai standar benih yang akan kita pelihara, untuk ukuran 200 kepiting muda yang akan ditebar di tambak dipergunakan lahan bersih untuk isi kolam seluas10X12 meter. Dan pohon-pohon yang ada ditengah tengah kolam dibiarkan tanpa perlu ditebangi sama sekali.
Rasio yang akan dikorbankan adalah sebanyak 60 % wilayah bakau sedangkan 40% lainnya dibiarkan sebagai perlindungan dan rumah-rumah bagi kepiting muda yang dipelihara.
Geotextile dibentangkan lalu diperkuat dengan bekas pohon yang ditebang seluas dengan lebar dan panjang kolam dengan kemiringan 85 derajat lalu diisi tanah/lumpur dari dalam kolam.(lihat Gambar)
Proses pengerjaan dengan tenaga kerja 4 (empat) orang diperlukan waktu 15 s/d 20 hari kerja bila diborongkan permeter dinding tambak per meter Rp. 20.000.
Sisi sepanjang dinding tambak sebelah dalam, dibersihkan dengan lebar1,5 X sepanjang dinding kolam dengan kedalaman 40 centimeter dari surut terendah, sebagai catatan dinding kolam harus lebih tinggi 40 cm dari pasang tertinggi sehiingga pada saat surut air tetap ada di kolam sedangkan pada saat pasang dinding tambak tetap tidak dapat dilewati serta mampu menjaga agar kepiting tidak keluar.
Ramah Lingkungan.
Didalam kolam perlu dibiarkan pohon bakau serta gundukan-gundukan tanah yang alami berfungsi sebagai anti toksin serta menjaga salinitas air, fungsi lain juga sebagai media peristirahatan kepiting pada saat suhu dibawah maupun diatas normal. Sehingga kepiting yang dipelihara masih merasakan habitat yang alami walaupun terkurung.
Optimalisasi Potensi Tambak Kepiting Bakau Model Jo Lax GTs 40
Kepiting-kepiting muda dengan berat 150 gr sampai 200 gr yang dipelihara ditambak mempunyai potensi pembesaran mencapai berat 400 gr, bila dipelihara secara monoseks, target selama pemeliharaan 50 s/d 60 hari dapat tercapai.
Selanjutnya kepiting bakau tersebut ditangkap dan dipelihara kembali selama 45 hari di media isolasi dari kawat yang juga ditempatkan didalam tambak model JoLax GTs 40, hal ini berfungsi untuk intensifikasi pemberian pakan, pemeliharaan kesehatan, serta mempermudah pada saat pemanenan, dimedia isolasi ini kepiting bakau dewasa tadi ditempatkan satu persatu sehingga kemungkinan kanibalisme sesama mereka tidak terjadi dan mortalitas dapat di perkecil.
Selanjutnya saat berat kepiting mencapai berat 7 ons dalam waktu 45 hari dilakukan pemanenan.
Isi kolam yang telah kosong dikarenakan kepiting muda telah di isolasi dalam sel-sel penampungan ditambahkan kembali dengan bibit kepiting muda yang baru dengan ukuran 200gr.
Bila tambak tradisional dengan ukuran yang sama akan memanen kepiting setiap empat bulan sekali maka dengan tambak Model Jo Lax GTs 40 kita akan melakukan pemanenan setiap 2 bulan sekali.







