Kamis, 13 November 2008

Kepedulian Nelayan dan Pelajar Terhadap Bakau

Sumpah Pemuda Tanam 2000 Bibit

Beberapa hari lagi, Bangsa Indonesia akan merayakan hari Sumpah Pemuda, dan untuk mengkilas balik peristiwa pada 28 Oktober 1908 lalu, Koperasi Nelayan Barelang (KNB) dan pelajar menanam 2.000 bibit bakau di Pulau Lengkana, Belakang Padang, Sabtu, 25 Oktober mendatang.

Disaat semangat para pemuda sedang tumbuh untuk mengisi pembangunan, Koperasi Nelayan Barelang (KNB) akan memanfatkan hal itu untuk membawa pemuda agar peduli juga dengan lingkungannya. Dan kepedulian yang akan ditanam dalam pola pikir pelajar ini yang terutama pada keberadaan hutan bakau.



"Di Batam, Rempang dan Galang (Barelang) yang kondisi bakaunya sudah memprihatinkan karena maraknya aksi penebangan liar serta penimbunan di bibir pantai secara berlebihan," ujar Ketua KNB, Antonius kepada wartawan, kemarin.

2.000 bibit bakau yang akan ditanam di Pulau Lengkana, Kecamatan Belakang Padang, katanya, KNB sebagai penyelenggara penanaman bakau akan menggandeng para pelajar serta sejumlah nelayan dari Barelang mengangkat tema “Kepedulian Nelayan dan Pelajar Terhadap Bakau”.

dijelaskannya, tema ini dipilih untuk terus menerus mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan masih terjadi di berbagai wilayah yang menyebabkan bencana lingkungan. Rusaknya hutan dan lahan bakau, lanjutnya, telah menyebabkan dampak yang meluas, seperti perubahan iklim dan krisis pangan.

"Dengan memperingati seabad Hari Sumpah Pemuda, KNB ikut peduli terhadap kondisi lingkungan yang ada. Oleh sebab itu, secara nyata dan dengan langkah pasti untuk menunjukkan dukungan dalam mengantisipasi dampak dari perubahan iklim yaitu menanam sebanyak-banyaknya bibit bakau," ujarnya.

Menurutnya, sesuai dengan semangat 100 tahun Sumpah Pemuda, maka KNB mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengedepankan kepentingan lingkungan. "Mari jadikan momentum hari Sumpah Pemuda ini menjadi awal perubahan perilaku yang ramah terhadap lingkungan," ujarnya.

Ketua Kadin Batam, Nada Faza Soraya yang juga merupakan penanggungjawab Pulau Lengkana mendukung kegiatan penanaman bakau ini yang disampaikan dalam acara sosialisasi pengembangan Pulau Lengkana sebagai daerah wisata terpadu di Belakangpadang, Kamis (16/10).

"Lengkana adalah Pulau yang akan dikembangkan sebagai wisata bahari. Untuk itu dengan kegiatan ini akan mendukung dan sejalan dalam rangka pengembangan Pulau ini," katanya.

Bakau Kami Jaga


Kegiatan Koperasi Nelayan Barelang bersama pelajar menghijaukan pesisir pulau Lengkana di kecamatan belakan padang Kota Batam tentunya perlu diberikan penghargaan dan apresiasi yang sangat tinggi.

Kegiatan yang sangat langka tanpa keterlibatan pemerintah dari segi pendanaan suatu yang jarang terjadi, dalam konteks ini Lsm Cisha Indonesia melihat pergeseran kepedulian donatur-donatur lingkungan yang ada diBatam ke bidang penanaman mangrove.Pergeseran kepedulian bukan sebuah sifat yang kasus tetapi lebih kepada kesinambungan dalam pola kegiatan
Kegiatan memperingati hari lingkungan hidup 5 juni 2008 dilanjutkan hari sumpah pemuda tanggal 20 Oktober 2008 diikuti wisata mangrove yang rutin dilaksanakan dwi mingguan menjadikan harapan pembuka bagi para aktivist lingkungan bahwa koperasi telah ikut menanam.

Kegiatan berkesinambungan serta membawa pengikut-pengikut baru, baik element pelajar, nelayan, aktivis serta para pejabat merupakan sirkulasi pendukungan terhadap kegiatan pemulihan lingkungan batam yang telah hancur demi sebuah pembangunan.

Peran Aktifis


Aktifis harus iri dengan kegiatan Koperasi Nelayan Barelang (KNB) dengan ikut membantu kegiatan tersebut secara maksimal, untuk itu lsm Cisha Indonesia sudah berperan dengan membantu sepenuhnya kegiatan KNB dari segi transportasi Laut, cisha menggerakkan Kapal pengangkut dan observasi Monitoring Selat bulang yaitu KM Cisha Explorer melaksanakan pemilihan titik-titik penanaman pengawasan bakau yang sudah ditanam serta melakukan pengangkutan personil dan peserta penanaman mangrove.

Kapal Motor Cisha Eksplorer juga telah melakukan bantuan maksimal yang diminta oleh KNB dalam hal monitoring bibit bakau yang ditanam di pulau lengkana dan pulau Bakau dengan perbedaan titik yang cukup jauh berkisar 27 mil laut.

Dengan demikian aktifis tetap tidak ketinggalan dalam pola bekerja sama dalam hal pemulihan lingkungan dengan menanam bakau yang dilakukan KNB.