Batam.20 September 2008. Siang itu tim Lsm Cisha mendarat dipulau Labu kelurahan teluk Legong kota Batam melihat langsung ironi terpaparnya sebahagian besar masyarakat P.Labu terpapar penyakit kulit akut.
Laporan yang diterima oleh posko Lsm Cisha di Pulau Lengkana yang merupakan pos terluar dalam memantau lingkungan disekitar Selat Bulang ditindak lanjuti dengan diturunkannya tim dalam membuktikan adanya endemi yang terjadi khususnya disekitar daerah industri Shipyard & Ship building.
Pulau Labu didiami 44 kepala keluarga yang terdiri dari etnis melayu, Buton dan suku laut yang sudah mendiami pulau tersebut turun temurun, profesi masyarakat yang hampir 100% merupakan nelayan pancing, dengan jarak tempuh kurang dari dua mil laut.
Lokasi Pulau labu berhadapan langsung dengan beberapa shipyard dan besebelahan dengan pulau Bulan yang melakukan peternakan babi secara besar-besaran.
Letak geografis yang seperti ini membuat masyarakat P. Labu rentan terkena penyakit ISPA (infeksi saluran Pernapasan, serta penyakit kulit, hal ini mungkin terjadi diakibatkan oleh pencemaran udara oleh shipyard serta tercemarnya air laut oleh kuman-kuman, serta mud toxin yang terletak disendiment dasar laut dan sungai.
Pola Pekerjaan
Pola nelayan pancing yang mencari ikan dan udang-udangan di sekitar sungai dan laut dangkal bisa saja asal muasalnya penyakit kulit berjangkit di Pulau Labu.
Terkontaminasinya kulit manusia saat menyelam dan menjala ikan di sendimen lumpur yang ada disekitar lokasi shipyard merupakan suatu hal yang harus diuji secara ilmiah, namun demikian secara fakta terdapat 30 orang baik dewasa dan anak terpapar penyakit kulit.
Penyakit kulit yang diderita berupa bermula tumbuhnya beberapa bintik kecil kemudian menjalar keseluruh badan, leher, lengan, kaki, perut, dada, dan muka.
Lambatnya Penanganan Pemerintah.
Upaya pengobatan telah dilakukan oleh masyarakat dengan membawa penderita ke puskesmas namun tak kunjung sembuh dan selalu dikatakan pihak Puskesmas hanya alergi biasa, diberi obat lalu disuruh pulang tanpa pernah memeriksakan hal ini lebih rinci di laboratorium.
Penderita juga melakukan pengobatan alternatif dengan obat-obatan tradisional sejauh ini mereka menggunakan kunyit untuk mengurangi rasa gatal-gatal yang menyiksa sepanjang malam.
Upaya yang dilakukan Lsm
Menyikapi fakta yang ada dilapangan Cisha akan melakukan tindakan berupa uji coba untuk membawa penderita kerumah sakit yang lebih lengkap fasilitas dan dilakukan tindakan medis serta uji laboratorium terhadap penderita, selanjutnya akan dilakukan langkah memperbaiki sanitasi serta salinitas yang ada P. Labu khususnya di tempat penderita, berupa MCK sumber air bersih serta mencari sumber pencemaran.
Bila perlu kita akan membawa masalah ini WHO (World Health Organization) agar disikapi. (Rizaldy Ananda)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar