Selat Bulang-Batam. Senin 10 Mei 2010 pada jam 11.00 kapal tanker Intan Glory yang labuh jangkar di Selat Bulang pulau Batam diduduki nelayan karena dianggap telah merusak bubu alat perangkap ikan yang diletakkan didasar laut,
Pendudukan kapal tanker Intan glory disebabkan kapal tersebut diklaim nelayan karena merusak bubu yang mereka tanamkan didasar laut telah rusak akibat jangkar kapal yang diturunkan merusak bubu-bubu mereka.
Kami hanya minta bubu dan tali kami di kembalikan, tetapi awak kapal malah memutuskan tali yang menyangkut di jangkar kapal dan dilemparkan kelaut "Ujar Ladang" seorang nelayan suku laut yang berdiam di tg Bidek.
Selanjutnya Ladang mengatakan" Abk kapal berlaku kurang sopan karena memaki-maki nelayan yang mencoba meminta bubu mereka dikembalikan secara baik"
Kapal Tanker Intan glory yang dikepung sebanyak 70 orang nelayan menggunakan 14 perahu nelayan yang masing masing perahu dinaiki 5 orang nelayan memilih mengalah dengan menurunkan jangkar kembali untuk melakukan pembicaraan, keributan kecil sempat terjadi saat para nelayan melakukan sweeping mencari abk kapal yang melakukan penghinaan.
Derama pendudukan MT Intan Glory berlangsung dalam waktu 2 jam, Mr Alan Capten Intan Glory melakukan musyawarah dengan ketua Persatuan Pemuda Dan Nelayan Pulau-pulau Indonesia-PNPI Yosep Dias, pada musyawarah tersebut terjadi kesepakatan bahwa Intan Glory melakukan penggantian kerusakan bubu nelayan dan memecat abk kapal yang melakukan penghinaan.
Rizaldy sebagai direktur Eksekutif Lsm Cisha yang ikut dalam aksi tersebut menyatakan" sudah empat kali permasalaha serupa yang terjadi diselat bulang tahun 2010 dengan jenis dan kapal yang berbeda". Saya menilai adanya ketidak harmonisan yang terjadi antara masyarakat pesisir dengan galangan kapal dan kapal-kapal yang berlabuh disekitar tangkapan nelayan.
Tg Uncang dan selat Bualng merupakan Red Line dan cenderung terjadi gesekan atara masyarakat nelayan dengan industri galangan kapal, kulminasi telah sampai pada puncaknya, harapan kita pemerintah pusat menyiapkan ruang dan waktu terhadap masyarakat disini, karena pemda sebagai otoritas yang ada cuek saja.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar