


Pulau Labu-batam 20 January 2009. Panen perdana Kepiting Bakau yang dilaksanakan pada tanggal 20 Januari 2009 oleh Pusat Study &Produksi Kepiting Bakau Hang Jebat di Pulau Labu yang dihadiri ketua Kadin Kota Batam Nada faza Soraya membuat satu lompatan kecil dalam hal budidaya Kepiting Bakau di Kepri.
Munculnya sebuah gagasan dari kelompok masyarakat di Pulau Labu serta di godok oleh penelitian dan Pengembangan tim monitoring Selat Bulang dibawah koordinasi Lsm Cisha (centrum of Independent Social Politic & Human right analysis) memunculkan sebuah methode tambak yang diberi nama JoLax Gts 10.
Konsep tambak JoLax Gts 10 ini sangat berbeda dengan tambak-tambak Kepiting Bakau pola tradisional yang sudah ada, methode ini diharapkan para petambak tidak melakukan kesulitan dalam hal perawatan serta sangat ramah dengan lingkungan, selain itu biaya yang sangat dikeluarkan jauh lebih murah dari tambak-tambak Kepiting Bakau tradisional yang selama ini dibuat.
Tambak Kepiting Bakau JoLax GTs 10
Tambak jenis ini mampu bertahan dalam kurun waktu 10 tahun bila tidak ada kejadian alam yang luar biasa, penggunaan bahan Geosynthetic Textile, mampu menjaga dinding tambak tidak longsor, dan mampu menjaga dinding tambak agar tidak dilobangi Kepiting Bakau sehingga tambak ini juga tidak menggunakan jarring-jaring yang selama ini dipakai agar Kepiting Bakau yang dipilih tidak keluar dari tambak JoLax GTs 10.
Sisi lingkungan juga sangat diperhatikan dan ini dibuktikan dalam hal penggunaan kayu sebagai tiang penyangga dinding tambak, dalam pola tradisional diperlukan tiang penopang ukuran 2,5 inci sebanyak 2.000 batang untuk tambak ukuran 14X12 meter, tetapi untuk tambak JoLax GTs 10 hanya diperlukan 200 batang saja.
Pilot project tambak Kepiting Bakau di Kepri.
Pada acara panen perdana Kepiting Bakau juga diluncurkan gagasan pembentukan Hatchery (pembenihan) di Kepri dan ini disambut dan didukung oleh Kadin Dinas ,Kp2K Batam, dan dua perusahaan shipyard PT.Sentek Indonesia serta PT Pandan Bahari.
Tahap awal akan dibangun work shop serta fasilitas wadah-wadah pembenihan dari fiber glass baru dilanjutkan dengan pemurnian induk-induk sebagai wujud mendapatkan generasi kepiting bakau yang sehat dan sesuai standart untuk eksport.
Hatchery ini juga sebagai poros awal untuk mendapatkan benih kepiting bakau bagi para petambak kepiting bakau di seluruh propinsi Kepri.
Hatchery ini nantinya juga berfungsi sebagai pusat study bagi para pemuda-pemuda untuk belajar dan mengetahui seluk beluk budi daya kepiting bakau.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar