Selasa, 19 Agustus 2008

MONITORING LINGKUNGAN PULAU LENGKANA I

Pulau Lengkana dengan luas keseluruhan 49 ha ditempuh selama 15 menit menggunakan boat dari pelabuhan Sekupang, dengan tophograpi kawasan bukit, hutan bakau, serta kawasan pantai landai. Berada di Kelurahan Tanjung Sari Kecamatan Belakang Padang Kota Batam, termasuk salah satu klasipikasi pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara Singapura.


Kegiatan dipulau Lengkana di fokuskan kedalam 3 (tiga) point
1. Pengamatan Lingkungan Pantai dan Hutan
2. Pendekatan presuasif terhadap pelaku perusak lingkungan, serta seluruh element masyarakat Belakang Padang
3. Pencegahan secara langsung terhadap pelaku perusakan lingkungan diPulau Lengkana.

Pengamatan lingkungan
Kegiatan ini telah dimulai pada Januari 2008 dan masih berlangsung sampai saat ini, dengan melibatkan beberapa aktivist dari beberapa LSM dengan leading sektor LSM Cisha.
Berdasrkan pengamatan kami serta analisa yang dibuat secara komprehensif kami menemukan bahwa sebahagian besar pembangunan rumah-rumah (Beton) penduduk di pulau Belakang Padang menggunakan Pasir yang ada di Pulau Lengkana dan pulau Dendang.
Pola perubahan pembangunan perumahan dari kayu menjadi rumah beton pada priode tahun 2000 s/d 2008 menimbulkan dampak kerusakan yang begitu besar nyaris meneggelamkan pulau lengkana, menurut catatan bahwa garis pantai telah bergeser kearah daratan sebanyak 40 s/d 50 meter disisi Barat, Utara dan timur Pulau lengkana.
Abrasi semangkin cepat mengikis tebing wilayah timur akibat pengambilan batu karang serta pasir yang berada di Pantai, sedangkan diwilayah utara dan barat abrasi telah menumbangkan sebanyak 50 pohon kelapa, puluhan pohon pinus serta pengikisan tebing sejauh 40 meter dari garus pantai.

Pendekatan Presuasif
Pendekatan dengan masyarakat sekitar pulau belakang padang dan pulau Babi dilakukan secara bertahap baik keunsur pemerintahan kelurahan dan kecamatan kami juga melakukan pendekatan kepada penambang motor sangkut di wilayah tempang, pulau Babi, bahwa dengan menjaga lingkungan pulau lengkana kita bisa mengambil nilai ekonomi yang cukup tinggi baik dari sektor penangkapan udang maupun pariwisata.
Pendekatan kepada keseluruhan lapisan masyarakat telah dilakukan dengan mengmbil moment World Environment Day 2008, kegiatan penanaman bakau sebanyak 600 bibit bakau melibatkan LSM BOMBB Barisan Orang Muda Bersatu Belakang Padang, LSM Gempar, Koperasi Nelayan Barelang, Kadin sampai PSK yang ada di Pulau Babi.

Pencegahan Kerusakan Lingkungan.
Kegitan patroli lingkungan dilakukan dengan berjalan kaki serta melalui jalur laut menggunakan boat LSM cisha menemukan beberap pencuri pasir yang ketangkap tangan, setelah diberi pengertian dan dicatat identitasnya kami melepaskan dengan catatan tidak mengulanginya kembali.

Hasil kerja keras
Pencegahan ini cukup mengurangi tingkat kerusakan lingkungan pulau lengkana berdasarkan pengamatan sebelumnya para perusak lingkungan bekerja siang malam untuk mengambil pasir dari pantai tidak perduli bahwa itu merusak ekosistem atau mereka memang mereka tidak tahu. Sekarang ini kami jarang sekali menemukan para pencuri pasir maupun yang menebangi bakau.



1 komentar:

fithradafli mengatakan...

sebaiknya semua pihak terkait dan berkepentingan segera buka mata dan pasang telinga, sehingga ke depan pulau lengkana tidak hanya tinggal nama, itupun jika sudah dibukukan [masuk dalam catatan], tidak hanya sekadar retorika dan ambisi, tapi mampu menjadikan pulau lengkana sebagai warisan bernilai sejarah dan ekonomi bagi generasi penerus bangsa ini, khususnya melayu dan kepulauan riau